Transform Logo

SERANGKAIAN “MUTIARA DESA” DI SELATAN SUMBAWA

admin      16 Januari 2013      ARTIKEL

Penulis : Nursyamsu

Keletihan dalam perjalanan panjang menuju Lunyuk terasa sirna begitu saja. Puluhan kelokan tajam yang mengancam dan lubang-lubang jalan yang memaksa rem kendaraan terus berderit sepanjang jalan, seketika lenyap dalam ingatan, diganti balutan keceriaan tak terkira. Ada penawar apa di Lunyuk? Lunyuk, sebuah kecamatan yang terletak di penghujung Kabupaten Sumbawa, menyimpan “mutiara desa” yang mempesona. Dari Sumbawa Besar menuju kesana, terbentang jalan sepanjang 91 kilometer. Dalam keadaan cuaca cerah, dengan menggunakan sepeda motor, dibutuhkan waktu tempuh tak kurang dari 3 jam untuk tiba di kecamatan yang terletak di penghujung Kabupaten Sumbawa itu. Tempat yang dituju adalah Desa Sukamaju. Di desa itu, telah berdiri sebuah Badan Usaha Milik Desa yang fokus bergelut di bidang pelayanan keuangan mikro, yang biasa disebut BUMDes LKM. Orang desa kadang mengenalnya dengan sebutan “bank desa” kerena fungsinya yang sama dengan bank. Lembaga serupa berdiri pula di beberapa desa di Kabupaten Sumbawa. BUMDes LKM Sukamaju tercatat sebagai salah satu model lembaga keuangan mikro yang cukup berhasil di daerah berslogan “Sabalong Samalewa” itu. Hadirnya BUMDes LKM Sukamaju tak terlepas dari sejarah panjang. Berawal dari program NTAADP pada 1999, yang sumber dananya dari pinjaman Bank Dunia, sebesar Rp288 juta. Dana tersebut dipergunakan untuk bantuan pada kelompok masyarakat dengan pengelolaan keuangan yang sangat sederhana. Seiring perjalanan waktu, Pemerintah Daerah dan penyandang dana program bersepakat membentuk lembaga UPKD (Unit Pengelolaan Keuangan Desa), yang akan membantu mengelola uang yang telah digulirkan di masyarakat agar dapat bermanfaat untuk kemudian digulirkan kembali secara berkelanjutan. UPKD ini mulai dibina kembali oleh GTZ-Profi sejak 2007 hingga medio 2010. Pembinaan itu tak lain ditujukan untuk menjadikan lembaga ini sebagai lembaga profesional di tingkat pedesaan. Pada 2009, UPKD berubah menjadi BUMDes LKM. Di Sukamaju sendiri, BUMDes LKM didirikan berdasarkan Perdes No.5/2009. Kemudian pada 2011, Lembaga Transform bekerjasama dengan Bappeda Kabupaten Sumbawa dan The Ford Foundation memberikan pendampingan dan pelatihan pengembangan SDM pengurus BUMDes LKM ke tingkat Advance. Kini, baru 3 tahun sudah BUMDes LKM memiliki tata kelola dan owenership yang jelas, semenjak 12 tahun diinisiasi melalui program NTAADP. Perkembangannya sangat membanggakan. Performa keuangannya menunjukan sebuah lembaga keuangan yang baik dan sehat. Penilaian ini tidak dinyatakan begitu saja tanpa bukti, melainkan berdasarkan fakta yang terjadi. Kita cermati sejenak angka-angka yang menunjukkan perkembangan 3 tahun terakhir. Pada 2010, aset lembaga ini sebesar Rp906 juta, meningkat menjadi Rp1,15 miliar pada 2011. Sedangkan per Oktober 2012, aset mencapai Rp1,5 miliar. Aset terus meningkat, pendapatan dan laba pun meroket. Dengan sistem pembukuan yang sangat baik, besarnya laba bisa terlihat jelas: pada 2010 sebesar Rp126,2 juta, melonjak pada 2011 menjadi Rp176,3 juta. Dan pada 2012, dua bulan sebelum tutup buku akhir tahun, laba sudah mencapai Rp222 juta. Angka yang mencengangkan bagi sebuah ”bank desa”. Kontribusi berupa deviden yang diserahkan ke desa, dengan sendirinya semakin membesar pula. Jika pada 2010 sebesar Rp38,7 juta, maka setahun kemudian (2011) meningkat menjadi Rp52,8 juta. Sedangkan untuk 2012 masih menunggu tutup buku akhir tahun. Peningkatan yang membanggakan itu tak terlepas dari tingginya tabungan masyarakat, dan lancarnya pengembalian kredit atau pinjaman. Tingkat kredit macet cukup rendah, yaitu di bawah 1 persen, jauh di bawah ambang batas toleransi bagi sebuah LKM yang disyaratkan sebesar 5 persen. Ada fenomena menarik di BUMDes LKM Sukamaju, yang belum terjadi di BUMDes LKM lainnya: pada 2010 lalu, seorang warga (pemilik BUMDes LKM di luar pemerintah desa) menanamkan sahamnya sebesar Rp 50 juta. Ia lebih memilih BUMDes LKM daripada bank. Ini tak terlepas dari sistem tata kelola yang baik sehingga menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Dalam perjalanan ke BUMDes LKM Sukamaju, akan ditemui pula dua lembaga serupa, masing-masing di Desa Lenangguar dan Desa Tatebal yang berada di Kecamatan Lenangguar. Keduanya juga menunjukkan perkembangan yang mengesankan. Keduanya juga pantas di sebut “mutiara” di desa masing-masing. Dengan kemajuan yang pesat dari tahun ke tahun, tak berlebihan kiranya jika dikatakan ketiga BUMDes LKM itu membentuk “rangkaian mutiara desa”. Semoga BUMDes LKM terus berkembang tetap eksis melayani masyarakat kecil untuk memutar roda ekonomi mikro di pedesaan. Semoga BUMDes LKM terus berkembang tetap eksis melayani masyarakat kecil untuk memutar roda ekonomi mikro di pedesaan.

Share to:

Twitter Facebook Google+ Stumbleupon LinkedIn

Profil Lembaga

Pengalaman

Pengunjung

Flag Counter

MEMBAWA PERUBAHAN KEARAH YANG LEBIH BERMAKNA

© LEMBAGA TRANSFORM