Transform Logo

Warga Mulai Tertarik dengan Biogas

admin      21 Februari 2013      ARTIKEL

Penulis : L. Fauzan Hadi

Sebanyak 13 unit biodigester yang dipasang di halaman rumah warga tersebut kini telah beroperasi. Masing-masing digunakan untuk menyalakan sebuah kompor dan sebuah lampu petromaks. "Sejak mulai menggunakan biogas, saya tak pernah lagi memegang kapak," ujar Amaq Marni, seorang warga Desa Montong Baan Selatan Kecamatan Sikur. Ia tak lagi repot membelah-belah kayu bakar. Gas elpiji pun bisa diirit. Tak hanya itu, Amaq Marni juga memanfaatkan slury atau ampas biogas sebagai pupuk organik.

"Ampas yang cair ini bisa untuk memupuk tanaman dengan cara menyemprot daunnya," katanya menunjuk cairan kotoran sapi di bak pembuangan. Kandang sapinya pun tampak bersih karena kotoran sapi selalu habis diolah setiap hari. Cukup mengisi bak input dengan satu bak kotoran sapi yang dicampur satu bak air setiap paginya, gas methana yang dihasilkan bisa untuk menyalakan kompor dan lampu petromaks beberapa jam.

"Saat mati listrik, di sini tetap terang," kata Awaluddin, Kepala Dusun Umajati Desa Sukadana, yang termasuk salah satu penerima bantuan biogas. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya biogas Para tetangga pemilik biogas kini mulai tertarik untuk memiliki perangkat pengolah gas kotoran sapi tersebut. Mereka berharap bantuan instalasi biogas turun lagi, sebab untuk membeli sendiri masih dirasakan berat. Jika dulu mereka takut, kini mereka mencari. Warga desa memang lebih mudah berubah setelah melihat bukti empiris, tak cukup hanya dengan penjelasan teoritis.

Share to:

Twitter Facebook Google+ Stumbleupon LinkedIn

Profil Lembaga

Pengalaman

Pengunjung

Flag Counter

MEMBAWA PERUBAHAN KEARAH YANG LEBIH BERMAKNA

© LEMBAGA TRANSFORM