Transform Logo

Memutus Rantai Kerusakan Lingkungan

admin      03 September 2011      ARTIKEL

Penulis : L. Fauzan Hadi

Bukankah saat ini kita merasakan suhu udara semakin panas? Saya yakin tak ada yang membantah fenomena ini, dari desa hingga ke kota, dari pengamen sampai presiden. Peningkatan suhu ini terjadi dari tahun ke tahun dan terjadi secara global. Para ahli sepakat bahwa ulah manusialah yang memacu terjadinya pemanasan global, dan pada akhirnya menyebabkan perubahan iklim. Dahulu, semua perubahan iklim berjalan secara alami. Tetapi manusia mulai mengubah iklim dan lingkungan tempatnya hidup dengan berbagai tindakan.
Salah satu aktivitas manusia yang berkontribusi besar terhadap perubahan iklim adalah penebangan hutan di luar kendali, atau yang disebut illegal logging. Akibatnya, hutan menjadi rusak dan keseimbangan alam terganggu. Berbagai bencana pun menyusul, dan kini kita sama-sama rasakan dampaknya. Tanah longsor dan banjir bandang, karena tidak ada lagi pohon-pohon yang menahan air. Bencana kekeringan karena tidak ada lagi akar-akar tanaman yang menyerap dan menyimpan air. Tingkat kerusakan hutan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan pada 2005, Indonesia tercatat dalam 3 besar Negara dengan tingkat kerusakan hutan tertinggi di dunia. Eksploitasi hutan memang bukan masalah baru di Indonesia. Artinya tindakan tersebut sudah berlangsung sejak lama dan terus mengalami peningkatan. Halini menunjukkan bahwa hasrat untuk memenuhi keinginan membuat kita lupa memperhitungkan akibat buruk yang akan ditanggung.
Akankah kerusakan lingkungan ini terus berlanjut? Sementara upaya-upaya penyelamatan sangat tidak sebanding dengan laju kerusakan yang terjadi. Kita juga mengetahui bahwa untuk memulihkan keadaan membutuhkan waktu yang sangat lama. Karena itu selain menjalankan langkah penyelamatan lingkungan, harus juga dibarengi dengan menghentikan tindakan pengrusakan. Keterlibatan semua pihak dalam hal ini merupakan keharusan yang tak terelakkan. Jika kerusakan yang terjadi adalah akibat ulah manusia, maka sudah selayaknyalah manusia-manusia generasi mendatang dipersiapkan untuk mencintai lingkungannya. Wallahu a’lamu bisshawab.

Share to:

Twitter Facebook Google+ Stumbleupon LinkedIn

Profil Lembaga

Pengalaman

Pengunjung

Flag Counter

MEMBAWA PERUBAHAN KEARAH YANG LEBIH BERMAKNA

© LEMBAGA TRANSFORM