Transform Logo

Training of Trainers on Managing Spatial Data and GIS for IDSD/BAPPEDA at Provincial Level

Alfian Pujian Hadi      02 Juni 2016      KEGIATAN


Pengelolaan wilayah pesisir merupakan salah satu tantangan pembangunan mengingat wilayah pesisir pada umumnya memiliki tekanan pembangunan yang cukup tinggi sementara di wilayah pesisir juga memiliki berbagai keunikan ekosistem yang memberikan berbagai jasa lingkungan namun rentan terhadap perubahan-perubahan. Perencanaan pengelolaan wilayah pesisir yang rendah emisi diharapkan dapat menjamin keberlanjutan sumberdaya pesisir yang ada. Dalam melakukan perencanaan pengelolaan ekosistem pesisir seperti hutan pantai, mangrove, padang lamun dan terumbu karang , analisis data spasial mengenai ekosistem maupun sosial ekonomi sangat dibutuhkan.

Kemampuan teknis pemerintah daerah dalam mengoperasikan Sistem Informasi Geografis (Geographical Information System/GIS) adalah salah satu kemampuan dasar yang perlu dibangun yang dapat membantudalampengelolaanwilayah pesisir yang rendah emisi. Pemerintah daerah diharapkan juga dapat membangun Infrastruktur Data Spasial Daerah (IDSD) yang dapat menunjang pengelolaan data spasial mengenai wilayahnya, termasuk data spasial yang dapat digunakan dalam perencanaan dan pengelolaan wilayah pesisir. Secara nasional konsep pengelolaan infrastruktur data spasial dituangkan dalam forum  Infrastruktur Data Spasial Nasional (IDSN) yang melibatkan berbagai lembaga penyedia data baik data dasar maupun data tematik dibawah koordinasi Badan Informasi Geospasial (BIG).  Di tingkat provinsi dan kabupaten dapat menjadi salah satu simpul jaringan pada IDSN ini dengan penyediaan infrastruktur pendukung yang disiapkan oleh daerah.

Dengan adanya kemampuan GIS dan terbangunnya kelembagaan IDSD diharapkan para pihak terkait dapat melakukan analisis spasial untuk menjawab kebutuhan informasi dalam strategi/perencanaan pembangunan wilayah pesisir yang rendah emisi.  Lebih lanjut dapat menginterpretrasi dan menerjemahkan informasi yang hasil analisis GIS untuk dapat dipergunakan dalam proses pengambilan keputusan terkait strategi pembangunan rendah emisi.

Tujuan pelaksanaan Training ofTrainers (ToT)Aplikasi  GIS dan pengembangan kelembagaan IDSD untuk pembangunan rendah emisi adalah meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan kemampuan para peserta terhadap konsep dan proses pengolahan data spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis sebagai dasar untuk perencanaan/strategi pembangunan rendah emisi, meningkatkan pemahaman dan pengetahuan peserta mengenai proses analisis spasial untuk perencanaan penataan ruang berbasis strategi pembangunan rendah emisi, menyampaikan metode penyusunan basis data spasial dan bentuk-bentuk analisa spasial yang relevan bagi perencanaan/strategi pembangunan rendah emisi, menyiapkan peserta untuk dapat menjadi instruktur pada training aplikasi GIS tingkat dasar bagi calon peserta di level kabupaten, menyiapkan peserta untuk mampu menyiapkan unit pengelolaIan infrastruktur Data Spasial Daerah. Output dari kegiatan ini adalah Setelah selesai mengikuti ToT ini peserta diharapkan berkontribusi menjadi tenaga pelatih pada pelatihan GIS di tingkat Kabupaten serta berperan dalam penyusunan draft modul pelatihan GIS dan IDSD.

TOT GIS dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 30 Mei sampai 1 Juni 2016. Peserta yang hadir pada saat ToT GIS berasal dari 2 Provinsi yaitu Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jumlah peserta dari Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 5 orang yang berasal dari Bappeda Provinsi, DKP NTB, Bappeda Lombok Tengah, Bappeda Lombok Utara dan Koordinator Provinsi NTB. Sedangkan peserta dari Nusa Tenggara Timur berasal dari DKP Provinsi NTT sebanyak 1 orang, Bappeda Provinsi NTT sebanyak 2 orang serta Koordinator Provinsi NTT.

Kegiatan ToT dilaksanakan selama 3 hari dimana pada hari pertama dilakukan pembekalan mengenai konsep dasar infrastruktur data spasial yang dibawakan oleh Eka Rianta. Pada hari kedua dilakukan simulasi praktik penggunaan aplikasi sistem infrmasi geografis untuk pembangunan rendah emisi yang dipandu oleh Ir. Yus Rustandi, M.Si dan Ferry Kurniawan, S.Pi.,M.Si. Pada Hari ketiga dilakukan kunjungan ke Badan Informasi Geospasial (BIG Cibinong) untuk melihat jaringan infrastruktur data spasial (IDS) yang dikelola oleh BIG. Dalam kegiatan kunjungan ke BIG peserta banyak mendapatkan informasi terkait jaringan penyimpanan data spasial serta akses bagi masyarakat dalam memanfaatkan data spasial yang dimiliki oleh BIG untuk masyarakat umum.

Share to:

Twitter Facebook Google+ Stumbleupon LinkedIn
Kegiatan | Pelatihan Tata Kelola Kelembagaan Dan Dasar-Dasar Fasilitator

Tanggal 18-20 April 2017 lalu Transform melaksanakan pelatihan tata kelola kelembagaan dan dasar-dasar fasilitator. Kegiatan ini bertempat di Hotel Lombok Garden Mataram. Kegiat

Kegiatan | Monitoring Kegiatan Transform dengan PT. HM Sampoerna oleh Kemendagri

Pada hari Jumat tanggal 24 Maret 2017, Kemendagri melakukan monitoring kegiatan yang dilakukan oleh Transform yang bekerjasama dengan PT. HM Sampoerna. Kemendagri yang diwakili

Kegiatan | Pengembangan Ekonomi Masyarakat Melalui Pelatihan Pengolahan Pangan

Pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 3 – 4 Maret 2017yang lalu telah dilakukan kegiatan pengembangan ekonomi masyarakat yangbertempat di kantor desa Desa Jantuk. Kegiatan ini

Kegiatan | Pelatihan Pemanfaatan Pekarangan, Kerjasama CLG dengan Lembaga Transform

Kegiatan dimaksudkan untuk mendayagunakan secara optimal manfaat ekonomi dan estetika pekarangan. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 20 – 22 Februari 201

Kegiatan | Pembentukan Kelompok dan Penyusunan Rencana Kerja CLG

Kegiatan dimaksudkan untuk membentuk kelembagaan sekaligus menyusun rencana kerja CLG. Lebih rinci, tujuannya kegiatan adalah untuk membangun kesepakatan terkait struktur dan or

Profil Lembaga

Pengalaman

Pengunjung

Flag Counter

MEMBAWA PERUBAHAN KEARAH YANG LEBIH BERMAKNA

© LEMBAGA TRANSFORM