Transform Logo

Bupati Lotim Harapkan Usaha Kecil Berjaya Lagi

Admin      00 0000      KEGIATAN


BUPATI Lombok Timur, M: Sukiman Azmy, Kamis (6/9) di Gedung Juang Selong, melaunching program pemberdayaan masyarakat. Launching pemberdayaan masyarakat itu diikuti dengan seminar bertajuk menumbuhkan kembali usaha kecil masyarakat sebagai sektor unggulan Kabupaten Lombok Timur, yang diikuti Akademisi, Kepala Desa, UPTD Dinas Dikpora Kecamatan Sikur dan Terara, para Kepala Sekolah, Pers dan unsur tokoh masyarakat. Acara itu juga diwamai pameran mini berbagai hasil kerajinan tangan masyarakat, seperti barang—barang hasil anyaman rotan, ketak, bambu dan berbagai jenis jajan serta pentas Tari Gagak. Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati secara spontan memberikan bantuan kepada kelompok kesenian Gamelan yang memeriahkan acara itu, karena tersentuh melihat peralatannya yang perlu dibenahi dan adanya anak usia sekolah yang ikut dalam kelompok itu. Pemberian santunan itu, diserta permintaan bupati agar anak yang ikut dalam kelompok itu bersekolah. Kemudian setelah turun dari podium, Bupati melihat pameran mini hasil kerajinan rakyat. Acara itu disponsori LSM Tranform, dan perusahaan-perusahaan pemberdaya masyarakat petani tembakau di Kabupaten Lombok Timur seperti PT. HM. Sam¬poema Tbk. dan PT. Philip Morris. Pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan perusahaan-perusahaan itu antara lain melalui pembangunan infrastuktur dasar air bersih dan MCK, pembuatan kandang kolektif dilengkapi dengan fasilitas pembuatan Bio Gas pupuk kandang, mendukung permodalan untuk usaha kecil, pemberian bibit-bibit tanaman, kampanye pendidikan lingkungan, pelatihan ketrampilan dan berbagai kegiatan lain yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Semua kegiatan itu diarahkan untuk membangkitkan kembali semangat berusaha masyarkat dengan potensi yang dimiliki. Pada tahun 2012 ini, pemberadayaan petani diarahkan pada petani tembakau di wilayah Kecamatan Sikur dan Kecamatan Terara. Atas partisipasi tersebut, Bupati memberikan piagam,penghargaan kepada LSM Transform dan perusahaan-perusahaan itu. Bupati dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada PT. HM. Sampoena yang banyak membantu masyarakat sejak awal membuka usaha di daerah itu, baik secara langsung atau tidak langsung, secara terbuka maupun tertutup. Selain itu juga berterima kasih kepada PT. Sadhana Arifnusa, yang dinilainya banyak membantu masyarakat temtama petani tembakau yang jumlahnya semalcin banyak dari waktu ke waktu. Demikian pula kepada LSM Transform, atas keberhasilannya membina komponen-komponen masyarakat tnemberdayakan masyarakat. Bupati mengatakan, sebelum peristiwa Bom Bali jumlah Pengusaha kecil menengah (UKM) di Lombok Timur cukup banyak. Menurut pengamatannya, dua komoditi yang culcup menonjol dari usaha kecil menengah di Lombok Timur saat itu, yakni kerajinan tenun di Pringgasela dan Sembalun, kemudian di Desa Loyok kerajinan anyaman yang sanggup meningkatkan pendapatan rnasyarakat. Namun saat ini produksi dan pemasaran komoditi tersebut mengalami kelesuan sehingga masyarakat membutuhkan perhatian. Ia berharap agar usaha kecil bisa bangkit dan berjaya lagi di Kabupaten Lombok Timur. Perhatian paling pokok yang diharapkan masyarakat saat ini, katanya, menyangkut pangan, sedangkan sandang dan papan masih bisa diabaikan. Dalam hal ini sektor agraris yang mendominasi penyerapan tenaga kerja masih bersifat musiman karena hanya membutuhkan tenaga kerja pada bulan pertama penanaman dan musim panen. Ini artinya, ada waktu yang cukup panjang para buruh tani tidak bekerja. Lain halnya dengan tembakau, yang membutuhkan jasa buruh tani sejak awal pembibitan hingga panen, bahkan dengan upah yang lebih tinggi. Apalagi kini, papar Bupati, lahan pertanian semakin sempit sementara masyarakat yang membutuhkan pekerjaan itu semakin banyak. Ini membuat sektor pertanian perlu diintensifkan agar dapat dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak. Ia mengharapkan perusahaan memberi perhatian pada budidaya rumput laut dalam membimbing petani, karena tanaman tersebut tidak membutuhkan biaya produksi yang tinggi dan dalam 49 hari sudah bisa dipanen dengan hasil yang cukup signifikan. Soal fasilitasi Pemerintah Daerah dalam pemasaran hasil usaha kecil dan menengah, telah dibangun pasar-pasar bersih seperti pasar terapung di Jenggik, pasar di depan Lesehan Carpio, dan beberapa saat lagi akan dilakukan Gound Breaking pembangunan pasar produk pertanian Masbagik di bekas komplek pasar sapi. Selain itu juga di belakang POM Bensin Paok Motong Kecamatan Masbagik juga akan dibangun Pusat Pemasaran hasil pertanian. Ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan etos atau semangat kerja dan jangan cepat berputus asa dalam berusaha. Ia mencontohkan semut yang karena kegigihanya selalu mampu mengangkat beban yang lebih berat dari berat tubuhnya. Kalau bebannya terlalu berat, ia berkomunikasi dengan caranya sendiri mengajak semut-semut lain mengangkat sesuatu ke sarangnya secara bersama-sama. Meyakinkan para petani tembakau agar tidak berputus asa dengan pasaran tembakaunya. Bupati kembali menegaskan sudah adanya lnstruksi Gubernur yang mengharuskan semua perusahaan membeli tembakau petani binaannya, yang tidak membeli agar membeli dan yang kurang target pembeliannya ditambah. Perwakilan PT. HM. Sampoerna, I Gusti Anom Pramarta, menyatakan, tidak mustahil usaha kecil jadi sektor unggulan di Lombok Timur di masa yang akan datang. Karena itu menurutnya, sudah selayaknya pemberdayaan usaha kecil berbanding lurus dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap agar kerjasama yang telah terjalin antara Pemerintah, swasta dan masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lombok Timur. Kegiatan yang dilakukan perusahapnya, meliputi pemberdayaan ekonomi masyarakat kelompok tani, kelompok perajin, kelompok perempuan, dan pemberdayaan sekolah dengan konsep green school. Ia menjadikan masyarakat sebagai elemen penting mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan pemberdayaan. (Zar-Humas)

Share to:

Twitter Facebook Google+ Stumbleupon LinkedIn
Kegiatan | Pelatihan Tata Kelola Kelembagaan Dan Dasar-Dasar Fasilitator

Tanggal 18-20 April 2017 lalu Transform melaksanakan pelatihan tata kelola kelembagaan dan dasar-dasar fasilitator. Kegiatan ini bertempat di Hotel Lombok Garden Mataram. Kegiat

Kegiatan | Monitoring Kegiatan Transform dengan PT. HM Sampoerna oleh Kemendagri

Pada hari Jumat tanggal 24 Maret 2017, Kemendagri melakukan monitoring kegiatan yang dilakukan oleh Transform yang bekerjasama dengan PT. HM Sampoerna. Kemendagri yang diwakili

Kegiatan | Pengembangan Ekonomi Masyarakat Melalui Pelatihan Pengolahan Pangan

Pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 3 – 4 Maret 2017yang lalu telah dilakukan kegiatan pengembangan ekonomi masyarakat yangbertempat di kantor desa Desa Jantuk. Kegiatan ini

Kegiatan | Pelatihan Pemanfaatan Pekarangan, Kerjasama CLG dengan Lembaga Transform

Kegiatan dimaksudkan untuk mendayagunakan secara optimal manfaat ekonomi dan estetika pekarangan. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 20 – 22 Februari 201

Kegiatan | Pembentukan Kelompok dan Penyusunan Rencana Kerja CLG

Kegiatan dimaksudkan untuk membentuk kelembagaan sekaligus menyusun rencana kerja CLG. Lebih rinci, tujuannya kegiatan adalah untuk membangun kesepakatan terkait struktur dan or

Profil Lembaga

Pengalaman

Pengunjung

Flag Counter

MEMBAWA PERUBAHAN KEARAH YANG LEBIH BERMAKNA

© LEMBAGA TRANSFORM