Transform Logo

BUMDes LKM, Bangkitkan Perekonomian Desa

admin      0000-00-00      KLIPING


Masyarakat desa pada umumnya termasuk dalam kategori ekonomi lemah. Usaha yang dijalankan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun tergolong usaha kecil. Masalah yang sering mereka hadapi persoalan terbatasnya modal. Kehadiran Badan Usaha Milik Desa-Lembaga Keua-ngan Mikro (BUMDes-LKM) dihajatkan untuk mencoba membantu warga desa mendapatkan akses per-modalan yang bisa meningkatkan derajat kehidupan mereka. Di Nusa Tenggara Barat setidaknya terdapat 31 BUMDes LKM yang tersebar di empat kabupaten: Lom-bok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur dan Sumbawa. Salah satunya yang cukup berhasil ada di Desa Anyar, Lombok Utara. BUMDes LKM di desa ini nasabahnya terus bertambah. Aset yang dikelolanya juga makin membesar seiring meningkatnya laba setiap tahun. Kini BUM-Des LKM Anyar menempati kantor baru yang dibangun dari laba yang di-dapatkan selama 10 tahun beroperasi. Menurut pengakuan Muniasip, salah seorang nasabah BUMDes LKM Anyar ketika ditemui wartawan Bulletin Transform, Senin (13/06), usaha pertaniannya sangat terbantu sejak kehadiran BUMDes LKM di desanya. \"Saya meminjam modal Rp 300 ribu di BUMDes sejak tahun 2001, waktu itu namanya masih UP-KD. Sekarang pinjaman saya sudah mencapai Rp 1,5 juta,\" tutur Muniasip. Muniasip, petani yang sedang menyekolahkan dua orang anaknya, mengaku proses yang dilalui dalam pengajuan kredit tidak sulit. Begitu pun dengan proses pembayaran, tidak perlu merasa tertekan karena BUMDes LKM memberikan kemudahan. \"Sebelumnya saya tertekan karena meminjam di rentenir, bunganya tinggi dan harus menyetor setiap bulan, rasanya seperti dikejar-kejar,\" paparnya. Hal senada diungkapkan Irawangsa, seorang nasabah lainnya. \"Waktu pengembalian pinjaman disepakati sebelumnya, sehingga saya bisa memperhitungkan sendiri kemampuan saya mengembalikan pinjaman,\" terangnya. Irawangsa, seperti halnya Muniasip, meminjam modal di BUMDes LKM sejak tahun 2001, saat masih bernama UPKD. Kemudahan yang diberikan mulai dari proses pengajuan kredit, pro-ses penyetoran pinjaman, sampai besarnya bunga yang harus ditanggung. Dalam hal pengajuan kredit, Manager BUMDes LKM Anyar Wisdi Albayani menjelaskan, persyaratan yang harus dipenuhi hanya foto copy KTP suami istri disertai surat permohonan yang ditandatangani Kepala Dusun (Kadus). Pelibatan Kadus dalam persyaratan pengajuan kredit bertujuan untuk menjaring calon-calon nasabah karena Kadus lebih tahu kondisi ekonomi dan karakter dari warganya. Di samping itu, cara ini dapat menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap BUMDes LKM karena para Kadus ikut terlibat. Sementara itu, ketika dikonfirmasi soal proses penyetoran yang memberikan kelonggaran kepada nasabah, Wisdi menegaskan bahwa nasabah tidak mungkin dipaksakan menyetor kredit setiap bulan, apalagi kalau mereka adalah petani yang menunggu saat panen baru bisa menyetor. Sedangkan besarnya bunga, dikatakan Wisdi, berbeda antara nasa-bah dalam desa dan luar desa, sebab nasabah BUMDes LKM Anyar banyak juga yang berasal dari luar Desa Anyar. \"Jumlah bunga yang dibeban-kan sebesar 2% bagi nasabah dalam desa, dan 2,5% bagi nasabah di luar desa,\" tandasnya. Kemudahan tersebut tampaknya akan menimbulkan masalah, dimana nasabah bisa lengah membayar setoran karena terlalu dilonggarkan. Demikian juga dengan perputaran modal di BUMDes LKM akan macet karena banyaknya modal yang terlalu lama mengendap di nasabah. Namun Irawangsa menampik hal tersebut. \"Kita juga menyadari, BUMDes tidak banyak modalnya. Jadi kalau kita tidak menyetor, dari mana lagi BUMDes mendapatkan modal untuk membantu kita,\" tegasnya. Dari data terkini BUMDes LKM Anyar (Mei 2011), tercatat total modal sebesar Rp 865,6 juta, dengan perolehan laba sebesar Rp 28 juta. Pada bulan sebelumnya, dengan total modal yang sama, laba yang diperoleh hampir Rp 10,5 juta. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dari bulan sebelumnya. Penambahan modal diperoleh sejak dua bulan lalu, yang bersumber dari laba tiap bulannya, dan belum ada sumber penambahan modal lainnya. Kesadaran yang tinggi dari nasabah menjadi faktor pendukung yang sangat penting bagi kelangsungan operasional BUMDes LKM. Barangkali, tanpa kesadaran yang tinggi dari nasabah, pihak BUMDes LKM akan kewalahan menjalankan fungsinya, terlebih lagi masalah keterbatasan modal hingga kini belum bisa teratasi. Bagaimana BUMDes LKM membangun kesadaran masyarakat seperti ditunjukkan para nasabah tersebut? Wisdi menuturkan perjuangannya bersama para staf pengelola lainnya. \"Kami terus mensosialisasikan BUMDes LKM ke masyarakat dengan melibatkan perwakilan dari masing-masing dusun di desa ini. Masing-masing Dusun mengirimkan orang terbaiknya untuk ikut terlibat dalam pengelolaan BUMDes LKM,\" paparnya. Dikatakan Wisdi, masyarakat didekati secara kekeluargaan, jadi ada prinsip saling percaya. Kemudahan-kemudahan yang diberikan pun sudah diperhitungkan tidak akan mengganggu jalannya operasional BUMDes LKM. Ketika ditanyakan permasalahan yang paling sulit dipecahkan, Wisdi mengatakan, keterbatasan modal menjadi hambatan berkembangnya BUMDes LKM. Belum ada sumber tambahan modal selama ini selain dari laba yang didapatkan setiap bulannya. Keterbatasan modal ini berakibat pada terbatasnya jumlah nasabah yang bisa dijangkau BUMDes LKM. \"Ada yang mau menyimpan uang dalam jumlah besar yang melampaui jumlah modal, tapi tentu kami tolak karena hal itu tidak boleh\" tuturnya. Fenomena tersebut sebenarnya menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap BUMDes LKM. Namun, penambahan modal yang diharapkan dari pihak pemda tidak kunjung datang. \"Sekarang ini kita tidak bisa berharap mendapat tambahan modal dari Pemda, karena Pemda hanya datang minta laporan. Mungkin ada jalan lain yang harus di-tempuh untuk menyelesaikan ham-batan ini,\" imbuhnya. BUMDes LKM menghadapi per-soalan keterbatasan modal. Bagai-mana pemecahannya? Inilah pekerja-an besar kita bersama. [Fauzan/Hendra/Transform].

Share to:

Twitter Facebook Google+ Stumbleupon LinkedIn

Profil Lembaga

Pengalaman

Pengunjung

Flag Counter

MEMBAWA PERUBAHAN KEARAH YANG LEBIH BERMAKNA

© LEMBAGA TRANSFORM