Transform Logo

Launching Program Hutan Lestari
(Dengan menanam bukan saja mendapat uang, tapi juga mendapat ridho dari Allah SWT.)

admin      0000-00-00      KLIPING


Pembangunan Kemitraan Hutan Lestari adalah salah satu bentuk pertanggung jawaban sosial PT HM Sampoerna tbk. untuk membangun hutan tanaman industri dengan kelas perusahaan hutan kayu bakar dalam mendukung terwujudnya NTB hijau. Kemitraan hutan lestari merupakan suatu upaya penyadaran masyarakat untuk memanfaatkan lahan dan kebun masyarakat dengan tanaman seperti turi sehingga mampu memberi nilai tambah bagi pemiliknya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Peluncuran pelaksanaan kemitraan hutan lestari telah dilaksanakan pada tanggal 27 januari 2010 bertempat di Labuan Lombok Kabupaten Lombok Timur. Launching program hutan lestari yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi NTB bekerjasama dengan PT HM Sampoerna tbk. dan PT Sadhana Arifnusa. Kegiatan launching program tersebut dihadiri oleh Gubernur NTB Tgh. Zainul Majdi, para Bupati se-pulau Lombok beserta Skpd Provinsi dan Kabupaten. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mensinergikan langkah dalam membangun Hutan Lestari di pulau Lombok. Dalam sambutannya, PT Sadhana Arifnusa menyampaikan bahwa banyak lahan yang telah kritis sehingga memicu terjadinya erosi. Untuk menanggulangi hal tersebut dapat menanam pohon yang mudah tumbuh seperti turi. Disampaikan pula bahwa dalam 1 ha lahan di luar kawasan jika ditanamai dengan tanaman turi yang berumur pendek dengan jarak tanam 2 x 1 m akan dihasilkan 5000 pohon. Dalam jangka waktu 3 tahun dapat dipanen dengan harga saat ini mencapai Rp. 6000/btg. Untuk itu PT Sadhana Arifnusa mengajak para petani untuk mendukung kegiatan tersebut selain dapat mendukung program NTB Hijau, masyarakat juga mendapatkan manfaat secara ekonomi. Pada kesempatan yang sama, atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat Gubernur menyambut baik prakarsa Program Kemitraan Hutan Lestari dengan harapan dapat memberikan kontribusi yang signifikan di dalam mewujudkan program lintas sektor yang sedang dijalankan yaitu program NTB Hijau. Gubernur juga menyampaikan begitu luasnya lahan dan hutan yang berada dalam kondisi kritis yaitu mencapai 2 jt ha (25%) yang perlu untuk diubah menjadi kondisi yang memberi manfaat bagi masyarakat. Gubernur juga berharap kegiatan sejenis dapat dilaksanakan oleh pihak lain sehingga dapat mendorong kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat NTB. Untuk itu diharapakan pada seluruh elemen pemerintah dan masyarakat agar gemar menanam baik pada lokasi pekarangan, lahan milik, ladang dan kawasan hutan sehingga citacita besar kehidupan masyarakat adil dan makmur dapat tercapai. Dalam sambutannya gubernur menyampaikan bahwa selama ini kita terpaku dengan sumber energi yang tidak mampu diperbaharui yang berasal dari bahan fosil, namun lama kelamaan semakin menipis. Untuk itu kita perlu mencari sumber energi alternatif. Salah satunya adalah menanam turi untuk pemenuhan kebutuhan industry dalam mengoven tembakau. Mulai tahun ini, bbm tidak lagi disubsidi untuk pengomprongan tembakau. Untuk itu, kayu merupakan salah satu sumber energi alternatif. Gubernur juga menegaskan bukan mengambil kayu yang ada di hutan tetapi dengan menanam terlebih dahulu kemudian baru dimanfaatkan. Insya allah akan terwujud lingkungan yang baik untuk kita semua.

Share to:

Twitter Facebook Google+ Stumbleupon LinkedIn

Profil Lembaga

Pengalaman

Pengunjung

Flag Counter

MEMBAWA PERUBAHAN KEARAH YANG LEBIH BERMAKNA

© LEMBAGA TRANSFORM