Transform Logo

Merajut Harapan Kelestarian Hutan Melalui Plan Vivo

admin      0000-00-00      KLIPING


Plan Vivo merupakan program yang baru pertama kali dilaksanakan berkaitan dengan pengelolaan kawasan hutan dengan skema pemberian insentif kepada kelompok tani di Pulau Lombok. Upaya pemberian insentif kepada petani yang telah berhasil mengelola PHBM dengan baik adalah sangat relevan dengan kondisi faktual di lapangan saat ini. Pemberian insentif diduga akan memberikan dampak yang baik bagi petani untuk mempertahankan kondisi tutupan lahannya, dan merangsang petani yang lain untuk menigkatkan produktivitas lahannya. Namun pemberian insentif tentunya harus ikuti dan dilaksanakan dengan cara yang tepat, pada sasaran yang tepat dan jumlah yang sesuai. Jika merujuk pengalaman proyek Plan Vivo bisa berhasil dilaksanakan di Mexico mulai tahun 1994, maka Pulau Lombok yang memiliki kondisi masyarakat yang berbeda, tentu penerapan Plan Vivo di wilayah ini akan memiliki karakteristik dan tantanganya sendiri. Pelaksanaan simulasi penerapan Plan Vivo terlebih dahulu dilakukan sosialisasi program untuk memberikan gambaran kepada petani mengenai kewajiban yang harus dilakukan serta manfaat yang akan diperoleh. Selain itu, sosialisasi juga dilakukan dalam rangka mengetahui sejauh mana persiapan kelompok yang menjadi sasaran program dalam kaitannya dengan pelaksanaan simulasi. Jumlah peserta kegiatan sebanyak 18 orang yang terbagi ke dalam 2 kelompok yaitu Benang Stukel 5 dan Benang Stukel 6. Jumlah anggota kelompok Stukel 5 berjumlah 10 orang dan anggota kelompok Stukel berjumlah 8 orang Berdasarkan simulasi penerapan Plan Vivo di Desa Aik Berik maka dapat ditarik kesimpulan Penerapan program Plan Vivo di Desa Aik Berik masih memiliki kendala menyangkut kesiapan kelompok dalam menerima program. Beberapa faktor pendukung (kekuatan) dan penghambat (kelemahan) penerapan program Plan Vivo diantaranya : Kekuatan : a.Kondisi Biofisik secara umum cukup baik b.Adanya regulasi berupa IUPHKm c.Kepedulian kelompok terhadap keberlanjutan fungsi hutan semakin meningkat d.Adanya Forum Masyarakat Kawasan Rinjani (FMKR) yang memiliki kepedulian terhadap pengelolaan kawasan hutan yang salah satu areal kerjanya di Aik Berik Kelemahan : a.Minimnya fasilitasi dan pendampingan kelompok tani b.Kurangnya perhatian Dinas terkait dalam peningkatan kapasitas kelompok tani dan pemberdayaan masyarakat di Aik Berik c.Belum adanya regulasi dan mekanisme kelembagaan pelaksanaan plan vivo baik di tingkat kabupaten maupun desa d.Pemahaman masyarakat mengenai program Plan Vivo masih minim e.Sebagian kelompok masih menganggap insentif yang diberikan merupakan upah melakukan penanaman Skema jasa lingkungan dengan Plan Vivo Standar di Aik Berik dapat dilakukan dengan pemberian insentif berupa program kepada kelompok. Bentuk insentif program diantaranya dukungan pembibitan kelompok, pemberdayaan kelompok tani khususnya kelompok usaha bersama wanita tani, pendampingan kelompok serta fasilitasi penguatan kapasitas kelompok. Skema penerapan Plan Vivo melalui insentif berupa uang memiliki dampak negatif diantaranya (a) terjadinya perubahan nilai sosial masyarakat akan bergeser yang mengakibatkan nilai gotong royong (besiru) tersebut semakin ditinggalkan karena masyarakat akan berpandangan semua aktivitas pengelolaan lahan hutan pasti akan diberikan insentif uang. (b) pemberian insentif berupa uang kepada anggota kelompok menyebabkan kecemburuan sosial bagi kelompok lain yang tidak menjadi sasaran program. Pelaksanaan Plan Vivo harus melibatkan lembaga Kelompok Tani, Pemerintah Desa serta Dinas Kehutanan Kabupaten Lombok Tengah karena kolaborasi parapihak sangat menunjang keberhasilan pelaksanaan program. Simulasi riset Plan Vivo ini merupakan salah satu kegiatan yang penting dan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak khususnya Lembaga Transform dalam pengelolaan sumber daya hutan. Salah satu dampak nyata kegiatan ini adalah semakin meningkatnya kesadaran petani mengenai pentingnya menjaga hutan. Keterlibatan dan peran aktif kelompok tani terlihat pada kegiatan penanaman pada lahan seluas 13,5 Ha di Kawasan HKm Desa Aik Berik. Dengan keberhasilan yang telah dicapai itu, Lembaga Transform mendapat kehormatan dengan adanya kunjungan Plan Vivo Faundation Inggris ke kawasan HKm Desa Aik Berik untuk melihat secara langsung hasil simulasi Plan Vivo yang dilaksanakan oleh Lembaga Transform. Puji/Agus/Bambang/Karina/Widi

Share to:

Twitter Facebook Google+ Stumbleupon LinkedIn

Profil Lembaga

Pengalaman

Pengunjung

Flag Counter

MEMBAWA PERUBAHAN KEARAH YANG LEBIH BERMAKNA

© LEMBAGA TRANSFORM