Transform Logo

Kelompok Wanita Tani (KWT) Produktif, Rumah Tangga Sejahtera

admin      0000-00-00      KLIPING


Peningkatan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kawasan DAS Renggung saat ini menjadi salah satu prioritas utama yang dilakukan oleh Lembaga Transform. Telah banyak program yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kapasitas KWT salah satu diantaranya pelatihan pembuatan berbagai aneka makanan. Tentunya kegiatan yang dilakukan ini tidak hanya sebatas pelatihan semata, akan tetapi pendampingan yang rutin sampai kelompok mampu berproduksi dan memasarkan hasil produksinya di sekitar desa tempatnya berproduksi. Salah satu kelompok yang menjadi binaan lembaga Transform yaitu Kelompok Wanita Tani “ANJUM” yang terbentuk pada tahun 2013. Sesuai dengan namanya ANJUM yang artinya bersinar, saat ini telah tumbuh dan berkembang menjadi usaha kecil berbasis rumah tangga yang kegiatannya berupa pengolahan hasil hutan bukan kayu (HHBK) menjadi aneka makanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Beberapa produk yang telah dihasilkan diantaranya gula semut, aneka bumbu, gula aren, pisang crispy, aneka keripik, rengginang, dan lain sebagainya. Lembaga Transform mendorong upaya peningkatan nilai tambah (add value) komoditas hasil hutan dan kebun menjadi produk jadi/olahan berbasis rumah tangga harus dilakukan. Alasan mendasar adalah nilai komoditas pangan yang dihasilkan petani harganya sangat murah dan mudah rusak sehingga untuk meningkatkan nilainya harus dibuat menjadi produk olahan/produk jadi dengan harga lebih tinggi dan produknya bisa tahan lama. Pelatihan dan Pendampingan yang dilakukan oleh Lembaga Transform selama ini merupakan kerjasama Lembaga Transform dengan Fauna&Flora International serta Dinas Kehutanan Kabupaten Lombok Tengah. Selain itu, British American Tobbaco (BAT) juga memberikan andil yang besar dalam mendukung pelaksanaan kegiatan. Puji/Agus/Bambang/Karina/Widi

Share to:

Twitter Facebook Google+ Stumbleupon LinkedIn

Profil Lembaga

Pengalaman

Pengunjung

Flag Counter

MEMBAWA PERUBAHAN KEARAH YANG LEBIH BERMAKNA

© LEMBAGA TRANSFORM